Story Real
Sunday, November 23, 2014 | 4:20 AM | 0 comments
Eh... banyak amat ya perasaan cerita-cerita yang aku kirimin ke blogku ini? :3 mulai dari cerita mimpiku, cerita horror real, de el el~ sekarang, aku mau ngasih ceritaku yang real tapi happy tentunya. Mau baca? Silahkan ;)1. Nazira
Nazira itu sepupuku.. aku kenalan pas aku masih kelas 3, sedangkan waktu itu dia masih kelas 5. Tapi karena sekarang aku sudah kelas 4, dia berarti sudah kelas 6. Tapi aku mau ceritain tentang masa lalu. Masa lalu, biarlah masa lalu~ *malah nyanyi* -,- udah yuk, langsung aja!
Aku lagi ke rumah ua-ku, yaitu Ua Galuh. Dia istrinya Ua Ama. Nama kepanjangannya Ahmad Maulana. Tapi, nama facebooknya diubah jadi Maulana Ahmad. Yang mau add juga silahkan kok :'v lalu aku melihat seorang cewek, seumuranku padahal lebih tua dariku. Aku langsung disuruh masuk oleh Ua Galuh. Akupun langsung duduk dan terus mandangin cewek itu.
"Ayo neng disitu aja.. deket anak kecil" suruh Ibunya Nazira sambil nunjuk aku. Tapi dia (Nazira) gak mau dan geleng-geleng kepala. Aku diem aja. Waktu itu ada acara keluarga :'3 / ya pastilah banyak tamu. Lalu akhirnya dia pindah ke samping aku. Tapi kami masih belum ngobrol. Akhirnya, pas tamunya udah pergi keluar, aku juga ikutan keluar. Aku berdiri terus di deket motor Ua Ama. aku gak mau deket-deket ama Nazira dulu, abisnya masih ada perasaan malu sih. Akhirnya, kami pulang karena sudah siang.
Keesokan harinya..
Aku disuruh sama Abahku untuk membeli bakso diluar. Akupun setuju dan aku ditemani oleh kakakku. Setelah itu aku melewati rumah Ua Galuh & Ua Ama lagi, deh.
"Dek mau kemana?" tanya Ua Galuh. Seketika itu Nazira melihat kearahku.
"Mau keatas.. ketemu Abah" kataku.
"Oh, yaudah"
Aku dan kakakku pun langsung pergi, dan Nazira kembali menonton TV. Setelah membeli bakso, aku & kakakku disuruh pulang ke rumah. Karena aku melewati rumah Ua-ku lagi, Ua Galuh pun menyapaku lagi.
"Dek udah beli?" tanyanya.
"Udah, hehe" kata kakakku dan aku berbarengan. Kami pun langsung lari.
Keesokan harinya..
Aku ke rumah Ua Galuh dengan mamaku, waktu itu kakakku sekolah. Lalu masih ada Nazira lagi deh. ya kan, dia nginep di rumah Ua-ku. Mamaku dan Ua Galuh asyik ngobrol. Sedangkan aku? Diam saja sembari melihat mamaku mengobrol. Akupun memutuskan untuk berbicara sendiri *kurang kerjaan* dan keluar rumah. Berdiri di dekat jemuran. Lalu Nazira keluar. Dia mendekatiku dengan perlahan. Sehingga aku jadi malu dan tak bisa bergerak *lebay* :'v lama kelamaan...
"Nama kamu siapa?" tanyanya. Akupun langsung senang dengan pertanyaan itu dan menjawab.
"Nashwa" jawabku singkat.
"Oh... umur kamu berapa?" tanyanya.
"8" jawabku lagi.
"Oh.." ucapnya.
"Kamu?" tanyaku.
"Nama aku Nazira. Aku kelas 5" ucapnya lagi.
"Oh.."
Dengan begitu, kami langsung berteman.
"Tadi kenapa kamu ngomong sendiri?"
"Nggak kok," jawabku bohong.
"Iya" jawabnya sembari meyakinkanku. Tapi, aku keburu disuruh pulang oleh mamaku.
Keesokan harinya..
Saking kangennya, aku pengen ketemu ama Nazira lagi. Aku membawa binder, sapidol dan kamus untuk bermain.
"Eh" ucap Ua Galuh kaget.
"Ini, Nashwa pengen main kesini" ucap Mamaku.
"Oh, yaudah." kata Ua Galuh lagi.
"Udah ya? Teh Ida mau pulang dulu, cuma nganterin doang" ucap Mamaku lagi.
"Oh iya iya"
Mamaku langsung pergi dan menyodorkanku botol minum. Aku langsung bermain sama Nazira, deh.
Kami bermain restoran-restoran, tebox, pilih-pilihan kamus, jalan-jalan kesana-sini, manggil-manggil orgil, dan 1 pengalaman yang paling menyenangkan, merawat adek bayi. Aqila Salma Maulana yang biasa dipanggil Eneng Qila. Siangnya, aku disuruh makan siang dengan opor ayam. Tadinya mau makan sama ikan, tapi ana takut cucuk :'v *nasib*. aku dan Nazira makan berdua sambil nonton tv. Namun, sorenya, mamaku datang menjemput. Padahal aku masih betah dan tak ingin pulang. Sebelum pulang,
"Nazira, kamu pulangnya kapan?" tanyaku.
"Besok" jawabnya.
"Yah... yaudah, besok aku kesini lagi,deh!" jawabku. Nazira tersenyum dan aku berpamitan dengan Ua Galuh dan Nazira. Eh, kebetulan Ua Ama sudah pulang, makanya aku berpamitan dengannya juga deh.
Keesokan harinya, sehabis mandi..
"Ayuk Ma, anterin aku kesana lagi!" perintahku. Aku melihat kearah jam dinding yang menunjukkan pukul setengah 10 pagi.
"Iya sebentar, Mamanya pake kerudung dulu" jawab mamaku. Setelah sampai di rumah Ua-ku, aku langsung bermain dengan Nazira lagi deh. Masih sama permainannya dengan kemarin. Namun, tanpa sadar, jam 3 sore Nazira harus pulang ke rumahnya lagi. Aku ingin menangis namun aku tahan. Kami sudah seperti kakak dan adik. Entah kenapa, setelah aku sudah kelas 4, dia jarang mengunjungi rumahku dan rumah Ua-ku lagi. Oh iya, aku lupa, dia pernah main ke rumahku hanya untuk menemaniku makan siang. Nazira, I Miss You :'
2. Nayla
Dia itu anaknya siapa? Ah, aku lupa deh. Pokoknya, dia lebih muda dariku, umurnya masih 5 thn dan masih TK. Kami sudah seperti kakak dan adik. Langsung aja yuk, ceritanya!
Aku ke rumah Ua Galuh, untuk bermain dengan Eneng Qila. Dia masih 10 bulan. Lalu, aku melihat seorang gadis kecil memakai baju berwarna orange. Dia sedang duduk di dalam rumah Ua-ku. Kebetulan, disana ada Abahku dan Nenekku. Abahku langsung memberikanku uang. Lalu aku bermain deh dengan Qila. Anak kecil itu terus menatapku. Kelihatannya dia seperti ingin bermain denganku. Lalu, anak kecil itu pulang. Aku langsung menutup pintu karena takutnya anak kecil itu datang ke rumah Ua-ku lagi, deh. Biasalah, aku kan orangnya pemalu :'3 1 jam kemudian, Abah dan Nenekku pulang. Sebelum itu, Abahku memberikanku uang jajan. Tinggal aku sendirian deh, yang tinggal di rumah Ua-ku. Mengajak Eneng Qila bermain di baby walkernya. Lalu, aku keluar untuk menghirup udara segar, dan kebetulan aku keringetan juga. Akupun tertarik dengan kucing gendut berwarna orange putih, akupun memancingnya dengan berkata "Puss.." kucing itupun mengeong-ngeong kearahku. Lalu, anak kecil berbaju orange itu melihat kearahku dan berlari kearahku. Akupun langsung menutup pintu dengan cepat. Akhirnya, anak kecil itu (Nayla) mengintip di jendela.
"Dek buka itu mau main kali" ucap Ua Galuh.
"Nggak ah" akupun langsung duduk kembali.
Akhirnya, terpaksa Ua-ku yang membuka pintunya.
"Ayo masuk!" perintah Ua-ku. Anak kecil berambut pendek itu masuk ke dalam rumah Ua-ku. Dia duduk disampingku. Saat aku memainkan hp milik Eneng Qila yang bisa berbunyi-bunyi, dia pun berkata sesaat.
"Coba minjem" ucapnya.
"Nih" akupun menyodorkan hp Barbie(?) kearahnya.
Akhirnya, dia bertanya lagi.
"Nama kamu siapa?" tanyanya.
"Nashwa" ucapku singkat.
"Oh" jawabnya.
"Umur kamu berapa?" tanyanya lagi.
"9 tahun" ucapku singkat lagi *selalu singkat* :'v
"Kalo aku Nayla, umur aku 5 thn" ucapnya.
"Oh.." aku dan dia pun kembali diam. Saat Ua Galuh datang, Ua Galuh bertanya
"Dek mau kerupuk gak?" tanyanya kepadaku.
"Nggak usah" jawabku.
Namun, saking laparnya, aku berdiri dan mengambil kerupuk itu.
"Ua Galuh, mau kerupuk, ya" ucapku.
"Oh iya iya boleh" ucap Ua Galuh sambil menyapu.
Sesaat, Nayla ingin kerupuk juga. Ua Galuh pun langsung mengambilkannya. Setelah itu, akupun mengambil air minum karena aku haus. Nayla pun juga ikut-ikutan ingin minum. Karena sudah saling dekat, kami pun bermain. Main apa hayo? Ya, main balon! Kami tarik-tarikan balon dengan tertawa cekikikan. Sehabis itu, main lempar-lemparan hp. Karena aku ingin main ke rumah Nayla, akupun izin untuk main ke rumah Nayla. Ua Galuh pun mengizinkannya.
***
Di rumah Nayla, aku sangat terkejut karena rumahnya bagus sekali. Aku tertarik dengan ayunan yang terbuat dari kayu dan gagangnya yang terbuat dari tali rafia. Akupun langsung naik dan, wusshhh! Akupun berayun-ayun. Namun, karena kasihan dengan pemiliknya, Nayla, akupun mengalah dan berbagi ayunan itu dengannya. Setelah main ayunan, Nayla ingin jajan, dan kami pun sepakat untuk jajan. Kami membeli Nyam Nyam. Setelah sampai di rumah Nayla, aku gak ada kerjaan, makan Nyam Nyam sambil naik ayunan. Ya jadinya biskuit warna-warni yang ada di dalam tempat Nyam Nyam itu jatuh-jatuhan. Aku dan Nayla langsung ketawa-ketawa karena kakiku nyangkut di ayunan itu. Kami pun langsung mengambil biskuit warna-warni itu dan memasukannya ke dalam tempatnya lagi. Karena bosan, Nayla mengajakku untuk meniup gelembung. Akupun sepakat. Setelah Nayla membuat gelembung itu dari sabun, kami langsung meniup gelembung itu. Setelah main gelembung, aku ingin ke rumah Eneng Qila untuk mampir bermain sebentar. Setelah sampai di rumah Ua Galuh, kami main joget jogetan dengan musik yang ada di baby walker. Eneng Qila daritadi ketawa-ketiwi terus. Karena bosan, akupun mengajak Nayla untuk bermain di rumahku. Sekalian minta izin ke mamaku. Setelah diizinkan, aku membawa scooterku dan kembali bermain di rumah Nayla lagi,deh!
***
Aku melanjutkan permainan gelembungku. Sehabis itu, main ayunan lagi deh. Karena gak ada kerjaan, aku naikin sepeda Family yang udah kekecilan -,- hehe. Karena Nayla ingin mandi, Nayla mengajakku ke kamar mandinya. Dia ingin memperlihatkan gaya menyelamnya di dalam bak mandi. Aku terkejut dan sangat kagum dengan Nayla yang jago menyelam. Akupun memainkan bebek karet milik Nayla. Sehabis mandi, Nayla mengganti baju dan menyuruhku untuk jajan lagi sebelum aku pulang ke rumahku. Kami jajan permen karet. Setelah aku sampai di rumahku, Nayla pun memutuskan untuk pulang di rumahnya yang di dekat kuburan lagi deh..
Berikutnya? Nanti ya :3 capek banget nih. Mau main fb dulu sebentar oke ;) bye!
NB: Yang bayi itu Qila, yang pake bando dan baju warna putih itu Nazira. Aku yang pake baju warna pink :'v / ingat! Ini masa lalu~ anenya masih bocah :'v



